Jumat, 12 Januari 2018

I'm Back!

Diposting oleh Unknown di 06.34 0 komentar
Halo semua! Apa kabar? Bagaimana hari kalian berjalan? I hope it was great.

Udah lama banget nih aku gak ngeblog, terakhir itu kayanya kelas tiga smp deh. IYA TIGA SMP. Bayangin. Dan kalian tau tidak kalo aku sekarang ini udah jadi mahasiswi? YES ICH BIN MAHASTUDENT RN. Yuhuuuu time passes very fast man!!

Btw kalo kalian bertanya-tanya aku kuliah dimana. Aku saat ini sedang berkuliah di Fakultas Ilmu Keperawatan di salah satu universitas yang ada di Indonesia (hihihi yalah) dan sekarang aku sedang menjalani libur semester pertama aku yihii 😝
Ya liburnya lumayan panjang, mulai dari akhir Desember hingga awal Februari. Cukuplah ya untuk menenangkan diri ini hahaha. 

Udah segitu aja sih pembukaan dari aku(?). Diriku cuma mau say hi hi untuk kalian semua yang baca (yang mungkin gak ada yang baca😂, kalaupun ada pasti nyasar dan gak sengaja mampir ke blog ini hahaha). Terima kasih sudah meluangkan waktunyaaa, kita berjumpa di postingan selanjutnya. Dah👋




- Type this in January 2018, but I just have time to upload this now, which is September 2019😢 and you know im a third year student right now. I've been through all the ups and downs, thins and thicks campus life (hey you haven't graduated yet, lol😂). Ok, i wanna repeat it again. Time flies so fast man.

Kamis, 23 Januari 2014

Kulit Kering? Selamat Tinggal!

Diposting oleh Unknown di 03.55 0 komentar
Selamat malam teman-teman :)
Kali ini aku mau berbagi informasi tentang penyebab dan solusi masalah kulit kering.


Setiap orang pasti pernah mengalami masalah kulit kering, malah bisa dibilang sering. Ya gak ladies? Terkadang, sebagian orang bingung bagaimana cara mengatasinya. Apalagi para wanita! Wanita memang selalu ingin tampil sempurna. Banyak hal yang menjadi pusat perhatian wanita. Seperti masalah kulit salah satunya. Kulit yang bersih, cerah dan lembab tentu menjadi dambaan setiap wanita. Tapi, sering juga meskipun sudah memakai lotion kulit, tetap saja kulit masih terasa kering. Kenapa bisa seperti itu ya? Yuk kita cari tahu yuk penyebabnya, serta bagaimana cara mengatasinya!

Ini dia penyebabnya!

1. Cuaca Musim Dingin
Cuaca dingin bisa mengakibatkan kondisi kulit terganggu. Ketika kamu berpergian ke luar misalnya, ancaman pada kulit bisa menyerang. Untuk itu, kamu perlu menutupi kulitmu sebaik mungkin! Jangan lupa untuk menggunakan pelembab yang mengandung sha butter atau bahan pelembab lainnya. It makes your skin stay  moisturized and hydrated!

2. Mencuci Berlebihan
Mencuci berlebihan dapat mengakibatkan masalah pada tangan. Permasalahan dermatis pada tangan ini dapat disebabkan oleh air dan sabun yang digunakan. Nah, makanya disarankan untuk menggunakan sarung tangan ketika kamu mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan air, seperti memasak dan mencuci piring. Selain itu, hindari sabun yang mengandung antiseptik dan deterjen! Kedua sabun tersebut dapat membuat kulit tangan menjadi kering. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembab sesudah mencuci tangan atau sesuatu di wastafel.

3. Penuaan Dini
Ketika memasuki usia matang, penuaan memang menjadi faktor yang mengancam. Untuk itu menggunakan pelembab anti penuaan bisa memberikan manfaat bagi kulit. Kamu bisa menggunakan serum yang dapat meremajakan kulit dan memperbaiki DNA yang rusak, menghilangkan radikal bebas, dan meningkatkan produksi kolagen dan elastin.

4. Pengaruh Obat
Pengunaan obat yang terlalu kuat untuk menghilangkan jerawat atau obat tertentu juga bisa saja menyebabkan kulit menjadi kering. Karenanya, gunakan pelembab untuk membantu kulit yang mengalami dehidrasi. 

5. Radiasi Sinar Matahari
Paparan sinar matahari atau  sinar ultraviolet (UV) dapat menembus jauh melampaui lapisan atas kulit (epidermis). Sinar matahari dapat mempercepat turn over rate  kulit, di mana kulit dipaksa untuk terkelupas sebelum waktunya. Akibatnya, kulit bagian bawah menjadi kurang lembab atau bahkan kering. So, setiap berpergian keluar, jangan lupa untuk menggunakan pelembab yang mengandung SPF dan berpakaian yang menutup atau melindungi seluruh permukaan kulit. 


Ini dia solusinya!

1. Jangan berendam atau mandi dengan air panas terlalu lama karena justru akan membuat kelembaban kulit berkurang.  

2. Pilih sabun yang tinggi kadar kelembabannya, atau mengandung nutrisi serta zat yang dapat membantu menjaga kelembaban kulit. Dan jangan lupa selalu membasuh sabun hingga bersih, karena sisa-sisa sabun yang menempel dan mengering di kulit akan membuat kulit menjadi kering.

3. Gunakan lotion yang cukup melembabkan kulit saat berada di ruangan ber-AC, ulangi setiap 3-4 jam sekali bila memang kondisi kulit sangat kering. 

4. Cukupkan asupan air, sayur-sayuran dan buah-buahan supaya bisa membantu memenuhi kebutuhan air dari dalam tubuh. Selain itu, kandungan nutrisi lain di dalam buah dan sayur juga bisa membantu mempercantik kondisi kulit, loh ladies.

5. Berolahragalah secara rutin agar aliran darah di dalam tubuh menjadi lancar, sehingga darah dapat mengangkut suplai nutrisi ke seluruh bagian kulit dengan maksimal.

6. Pakai sarung tangan saat harus menyuci piring atau mencuci pakaian dengan deterjen. Umumnya, sabun tersebut memang ampuh untuk membersihkan alat makanan atau pakaian yang kotor, tapi karena keampuhannya kulit kita jadi ikut-ikutan kering.

Nah segitu aja dari aku, menurut kalian bagaimana? Apakah beberapa dari kalian juga mengalami masalah kulit kering? Hahaha semoga tidak ya, ladies. Kalau begitu, aku pamit undur diri dan selamat mencoba!

Sabtu, 18 Januari 2014

Kado Untuk Sahabat (Cerpen)

Diposting oleh Unknown di 06.01 0 komentar


Aku terbangun dari tidurku yang lelap pagi ini, tampak gorden kamarku telah terbuka dan sinar matahari masuk melalui ventilasi kamarku. Ku lihat ke arah jam, waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Hari ini hari sabtu, kali ini aku tak bisa bermalas-malasan di atas tempat tidur atau merapihkan rumah dengan lambat seperti hari sabtu biasanya.
Hari ini aku janjian latihan musikalisasi puisi dengan teman sekelompokku di sekolah. Maka dari itu, aku pun bergegas dengan cepat ke wastafel untuk mencuci wajah dan menyikat gigi, setelah itu aku ambil dua helai roti di meja makan dan mengoleskannya dengan mentega, lalu mengunyahnya hingga habis.
Dari tadi, ada sesuatu yang selalu kepikiran diotakku, entah itu apa. Aku pun mencoba mengingatnya, setelah beberapa lama mengingatnya, aku pun tahu itu apa! Sahabatku Uli hari ini ulang tahun, “astaga kenapa aku bisa lupa hari ini hari ulang tahun Uli“ kataku dalam hati.
Aku pun mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah pesan berupa ucapan ulang tahun ke Uli, terlihat juga beberapa pemberitahuan pesan dari yang lain, mataku terfokus pada satu pesan yang dikirimkan oleh sahabatku Tya.
“Aliciaaa, kamu berangkatnya jam berapa?” tanya Tya, “jam setengah 9 ty. Kamu udah berangkat?” balasku. Tak beberapa menit Tya membalas pesanku, “belum. Kalau udah jalan kasih tau yaa” “ya” balasku.
Aku pun bergegas mandi dan berpakaian. Lalu berpamitan pada orang tua dan berangkat menuju sekolah. “Tya aku udah berangkat, kamu lagi dimana sekarang?” pesanku. “masih dirumah, udah kamu latihan aja dulu sama yang lain” balasnya.           
            Aku langsung menemui teman sekelompokku yang sudah menunggu di taman. Dan memulai latihan musikalisasi puisi kita, disitu pun juga ada sahabatku Regina, walau ia bukan teman sekelasku tetapi ia senang bergabung dan berbagi ilmu pengetahuan kepada kami.
            Tak lama Tya pun datang, lalu kami memulai latihan yang lebih lengkap dengan Tya. Beberapa jam berlalu, kami pun memutuskan untuk mengakhiri latihan kami dan berpamitan untuk pulang. Tetapi aku dan sahabatku Tya, Regina, dan Betty yang baru saja datang memutuskan untuk menonton film di bioskop sekaligus membeli kado untuk Uli. Aku pun menelepon Imelda untuk mengajaknya ikut dengan ku dan yang lain. Disisi lain Tya juga menelepon Melati, dan Betty menelepon Uli.
            “Halo. Imel kamu bisa gak nonton bioskop sekarang? sekalian beli kado buat Uli juga” tanyaku lewat telepon. “Yah maaf lis, aku gak bisa soalnya orangtuaku lagi pergi aku harus jaga rumah, dan uangku juga cuma recehan” jawab Imelda. “Yahhh, ya udah deh kalau kamu gak bisa gapapa, oke bye” aku memutuskan sambungan telepon.
            “Gimana Mela sama Uli bisa? Imelda gak bisa nih” tanyaku kepada mereka. “Mela gak bisa lis, lagian rumah dia juga jauh kan” jawab Tya. “Uli bisa tapi gak tau juga bisa atau gak pokoknya kalo Uli bisa dia nyusul, kita nunggu di Gramedia” jelas Betty.
            Aku bersama yang lain pun menyetop angkot, dan kami pun pergi menuju tempat tujuan kami. Walau hanya berempat, tapi aku merasakan kegembiraan seperti halnya kami bertujuh. Aku membuat lelucon untuk menghibur teman-temanku agar kami tidak bosan dalam perjalanan. Haha betapa senangnya kami, tidak terasa kami telah sampai di tempat tujuan kami.
            Aku dan yang lain menunggu Uli di Gramedia, dan tak lama Uli muncul dan kami segera menuju ke bioskop tuk membeli tiket. Aku dan Uli memesan snack lalu masuk ke bioskop bersama yang lainnya. Selesai menonton, rencana kami untuk membeli kado harus dilaksanakan, namun aku harus mengantar Uli pulang.
            “Ty gimana nih beli kadonya? Uli susah banget diajak pulang” bisikku. “Hmm… kita kan berempat searah pulangnya bilang aja kita pulang duluan” jawab Tya. “yaudah deh. Uli kita pulang duluan ya, kamu mau ke klinik ibu kamu kan?” kataku, “aku ikut kalian aja deh lewat depan, nanti aku naik angkot yang lain” jawabnya. “okedeh”
            Aku mengantar Uli ke tempat angkot yang akan ditumpanginnya, tetapi saat kami melewati toko topi, tiba-tiba Uli berhenti berjalan dan menghampiri toko topi itu dan mengambil salah satu topi ditoko itu. “Aaaa…ini kan topi yang aku cari” ia memakai topi tersebut dan bergaya layaknya artis.
“kode dah” bisikku ke Regina, “ya haha lis“ tawa Regina. “mas yang ini harganya berapa ya?” tanya Uli kepada salah pegawai toko topi itu. “90 ribu dek” jawab pegawai toko itu. “oh yaudah deh mas, lain kali aja”
Sepertinya Uli menginginkan topi itu, iya sih memang lagi ngetrend-nya topi seperti itu, aku tak tahu harganya tadi aku tak mendengarnya dengan jelas. “tadi harganya berapa deh bet?” tanyaku kepada Betty, “gak tau aku gak denger tadi”.
Tak terasa aku sudah sampai didepan dan mengantar kan Uli dan berpura-pura mendadahi Uli lalu menaikki angkot lain. Setelah itu, kami masuk kembali kedalam Mall tersebut dan ke toko topi itu. “mas topi yang ini berapa tadi?” tanya Tya, “90 ribu dek”.
“Yah, mahal yak. Uang aku ga cukup deh kayanya kalo patungan harganya segitu” kata Betty, “ya nih uang aku juga” kataku, “aku juga” kata Regina. “udah ah aku capek dari tadi jalan-jalan mondar mandir mulu” keluh aku. “Iiihh yaudah kadonya beli apa?” tanya Tya agak kesal.
Aku hanya mendiamkan perkataan Tya, kaki ku lemas lama-lama jika harus pergi lagi mencari kado yang lain. Tanpa berkata-kata aku pun berjalan paling depan dan mencari toko-toko, aku pun masuk ke toko ‘Yayang’ diikuti yang lain.
“Cari yang mana nih?” tanya Regina, “terserah kalian” jawabku. “yang ini gimana?” usul Betty. “memang Uli mau kek beginian?” tanya Tya. “gak sih” kataku. “oh iya Cindy juga kan ulang tahun senin, sekalian beli kadonya aj kali yak” kata Betty. “kado buat Uli aja belum” batinku.
Akhirnya aku dan yang lain  mencari barang yang bagus dijadikan kado untuk Uli dan Cindy, kado Untuk Cindy  itu lampu meja bergambar doraemon, kebetulan juga Cindy sangat menyukai doraemon. Namun kado yang cocok buat Uli belum juga ketemu.
Akhirnya aku dan yang lain masuk ke Ramayana, dan berniat menyari baju sesuai selera Uli. Menemukan baju yang cocok buat Uli sangatlah susah aku pun harus mondar mandir kesana kemari. Tiba-tiba aku melihat sebuah baju yang sangat bagus dan menarik walaupun itu hanya kaos tapi warna dan gambarnya sangat menarik.
Dan juga tedapat quotes-quotes dalam bahasa inggris, memang Uli sangat pintar dalam bahasa inggris. Tetapi aku dan teman-teman menemukan masalah, kami bingung ukuran badan Uli berapa. Aku pun menyuruh Regina mencobanya, karena memang badan Regina ideal mungkin bisa menjadi patokannya.
“Re cobain re” pintaku. “ah jangan aku ah” kata Regina, “yailah re nyoba doang iih” kata Betty. “tau nih Re buruannn” paksa Tya. “tau re buruan, aku udah di sms suruh pulang”. Aku, Tya dan Betty marah karena Regina susah disuruh untuk mencoba memakainya padahal aku dan yang lain sangat buru-buru karena langit sudah mulai gelap dan hujan telah membasahi bumi.
“Yaudah deh aku coba sinii” jawab Regina dengan wajah pasrah. “dari tadi kek huh nihh” kata Tya. “tau nih hoo” seru ku.
Regina menyoba baju itu dan pas, aku pun mengambik ukuran yang lebih besar lagi karena memang badan Uli agak sedikit besar dibanding Regina. Aku dan yang lain pun pergi ke kasir, dan membayar baju tersebut. Setelah itu, aku memutuskan untuk pulang duluan bersama Regina dan Tya, Betty masih di Mall mencari makanan untuk mengisi perut mereka.
Pada hari seninnya, Aku, Tya, Regina, Betty, Imelda, dan Melati memberi kado tersebut langsung kepada Uli dan Cindy. Mereka pun menerima kado itu dengan senang hati, betapa senangnya aku dan yang lain akhirnya bisa memberikan kado untuk Sahabat kami Uli dan Cindy.


Alicia Nathasa Arastone
 

Alicia's World Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos